Archive for the 'MATERI PENGANTAR BISNIS' Category

Mon
Sep
19

Penjelasan Tentang Memilih Untuk Kepemimpinan Bisnis



Tetty Paruntu PANTAS Membawa Perubahan Dan Berita Manado

Itu Sebabnya Saya Memilih Pasangan Sonny Frans Tandayu Seorang Birokrat Andal Dan Yang Terbaik Di Minahasa Selatan Tegas Tetty Yang Saat Ini Menjabat Presiden Direktur PT Chandra Ekakarya Pratama Di Jakarta Sekaligus Pemilik CEP Group Namun Begitu Tetty Meminta Masyarakat Calon Pemilih Melihat Visi Dan Misinya Dalam Pencalonan Bupati Ini Termasuk Programprogram Yang Diusung Berikut Berbagai Kesiapan Lain Sebagai Seorang Pemimpin from beritamanado.com

Kekeliruan PEMIMPIN Yang FATAL Artikelartikel

Kepemimpinan Yang Sukses Berkembang Dari Waktu Ke Waktu Dan Hanya Bisa Ditingkatkan Dengan Pengetahuaun Bagaimana Mendiagnosa Dan Memperlakukan Pemimpin Salah Satu Tujuan Utama Manajemen Adalah Kelangsungan Bisnis Itu Sendiri Meski Ada Perubahan Waktu Dan Orangorang Yang Mengelolanya Itu Artinya Jika Suatu Saat Seorang Pemimpin Memang Harus Memilih Menjadi Pemimpin Atau Menjadi Sesama Karyawan Tidak Ada Jalan from artikel-artikel.web.id

Jangan Pernah Percaya Dengan Fiqhislamcom Pustaka Muslim

BERITA BERITA INTERNASIONAL Minggu 18 September 2011 1424 Jangan Pernah Percaya Dengan Amerika Serikat Pemimpin Spiritual Iran Ayatullah Ali Khameni Memperingatkan Negaranegara Arab Yang Tengah Dilanda Revolusi from fiqhislam.com

Safari Ramadhan Foke Sarat Kepentingan Politik AntaraNewscom

No Lalu Juga Mengajak Para Jamaah Untuk Memilih Foke Dengan Ajakan Seperti Pilihlah Foke Sebagai Pemimpin Kita Selanjutnya Agar Jakarta Berkah Hal Ini Sangat Rentan Memfragmentasi Kelompokkelompok Muslim from antaranews.com

Memulai Sebuah Bisnis Internet Fiqhislamcom Pustaka Muslim

Mu Kim Ni Memilih Islam Karena Kagum Dengan Harmonisasi Keluarga Muslim Jika Anda Telah Memiliki Begitu Banyak Masalah Dalam Menyeimbangkan Waktu Antara Karir Dan Anak Anda Mungkin Ingin Mempertimbangkan Untuk Memulai Sebuah Bisnis Internet Sehingga Anda Dapat Tinggal Di Rumah Dan Mengurus Satu Dari 25 Pemimpin Perusahaan Diyakini Memiliki Gangguan Mental Psikopat Dalam Sebuah Penelitian Terbaru Penjelasan Shalawat Allah Atas Nabi from fiqhislam.com

Idul Fitri Momentum Evaluasi Diri AntaraNewscom

ANTARAnewscom Idul Fitri 1432 H Hendaknya Dijadikan Momentum Evaluasi Diri Baik Sebagai Pribadi Maupun Sebagai Warga Bangsa Terutama Bagi Kalangan Pemimpin Idul Fitri Momentum Evaluasi Diri Rabu 31 Agustus 2011 0128 WIB 869 Views Berita Terkait Kembali Menggelar Pemilihan Wakil Rakyat Dan Pemimpin Nasional Jika Kita Salah Memilih Wakil Rakyat Apalagi Salah Dalam Memilih Presiden Dan Wakil Presiden Akibatnya Bisa Fatal Buat Bangsa Ini Katanya from antaranews.com

Mangindaan Dikudeta Kawengian Ketua Perjur Minsel Berita

3939Namun Demikian Penjelasan Ketua Terpilih Wenly Kawengian Bahwa Akan Membentuk ADART Bersama Program Kerja Dulu Program Awal Bahwa Akan Melakukan Perkunjungan Di Panti Asuhan Di Kota Tomohon Dalam from beritamanado.com

Sembilan Elemen Jurnalisme

Tekanannya Jelas Memilih Kebenaran Tapi Mengetahui Mana Yang Benar Dan Mana Yang Salah Saja Tak Cukup Kovach Dan Rosenstiel Menerangkan Elemen Kedua Dengan Bertanya Kepada Siapa Wartawan Harus Menempatkan Loyalitasnya Kebanyakan Media Termasuk Televisi Radio Maupun Dotcom Memberikan Berita Secara Gratis Orang Tak Membayar Untuk Menonton Televisi Membaca Internet Atau Mendengarkan Radio Bahkan Dalam Bisnis Suratkabar Pun Kebanyakan Pembaca Hanya Membayar from wordpress.com

1 Dari 25 Pemimpin Bisnis Bisa Jadi Psik Fiqhislamcom Pustaka

Mu Kim Ni Memilih Islam Karena Kagum Dengan Harmonisasi Keluarga Muslim Hasil Survei Menemukan Hampir 4 Persen Pemimpin Bisnis Memiliki Gejalagejala Psikopat Dibanding Dengan 1 Persen Dari Populasi Umum Pemimpin Bisnis Ini Adalah Mereka Yang Mempunyai Posisi Di Puncak Perusahaan Seperti Presiden Al Wasilah Perantaraan Lafadzlafadz Shalawat Dan Penjelasannya Tawassul Yang Dibolehkan Dan Yang Terlar Penjelasan Shalawat Allah Atas Nabi from fiqhislam.com

Pemberitaan 73 Tahun ANTARA Tebarkan Kearifan Bangsa

Sebagai Kantor Berita Nasional Melayani Para Pelanggan Media Adalah Jangkar Bisnis Utama Untuk Memperkuat Dapur Redaksi Dan Unit Penunjangnya Sejak Tahun 2008 Hingga Kini ANTARA Terus Menjalankan Penguatan Sistem Mutu Berbasis ISO 9001 Impiannya Saya Adalah Para Wartawan ANTARA Terus Memilih Untuk Berbuat Mulia Menulis Kebenaran Dan Menguraikan Kisahkisah Inspiratif Untuk Menebarkan Harapan Ketimbang Mewartakan Berita Tanpa Rasa Dan Mengabaikan Nilainilai from wordpress.com

Mon
Sep
12

PENGANTAR BISNIS



Pengertian bisnis

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.

Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian.” Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi “bisnis” yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.(Sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis)What is a Business?
Business is the organized effort of individuals tom produce and sell for a profit, the goods and services that satisfy society needs.
Bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi dan memuaskan kebutuhan dari masyarakat.

Pengertian Bisnis (lanjutan)
Bisnis merupakan seluruh kegiatan yang diorganisasikan oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industri yang menyediakan barang dan jasa untuk mempertahankan dan memperbaiki standar serta kualitas hidup mereka.
Seseorang (individu) yang berusaha menggunakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut dengan ‘Entrepreneur”.
Untuk menjalankan kegiatan bisnisnya seorang ‘entrepreneur’ harus mampu mengelola dan mengkombinasikan berbagai macam sumber daya yang dimiliki (6M : Money, Man, Material, Machine, Market, Method) sehingga mampu berproduksi secara optimal.

Mengapa Bisnis Penting ?!
Satisfy needs and wants > Customer Satisfactions
Profit & Continuity
Peranan bisnis sangatlah penting dalam kehidupan masyarakat, karena melalui kegiatan bisnis suatu perusahaan akan dapat memenuhi setiap kebutuhan (needs) keinginan (wants) dari masyarakat konsumen yang beraneka ragam, sehingga konsumen merasa terpuaskan (customer satisfactions).
Setiap perusahaan yang berkinerja baik dan mampu memberikan layanan yang memuaskan konsumen maka dipastikan akan memperoleh ‘profit’ atau keuntungan dan usahanya akan terus berkembang dengan pesat ‘going concern’

Fungsi dasar Bisnis
Fungsi dasar Bisnis antara lain meliputi :
Acquiring of raw material
Manufactoring of raw material
Distributing Product to Consumers
Mencari dan menemukan sumber bahan baku
Mengolah bahan baku menjadi produk jadi
Menyalurkan produk jadi ketangan konsumen

Bisnis = Perusahaan
Mengacu pada pendapat Raymond E Glosh (2001), Perusahaan dapat didefinisikan sebagai organisasi yang memproses perubahan keahlian dan sumber daya ekonomi menjadi barang dan jasa bagi pemuasan kebutuhan konsumen, serta diharapkan akan memperoleh laba bagi pemiliknya.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa konsep perusahaan merupakan bagian dari konsep bisnis, namun demikian dalam pembahasan selanjutnya istilah ‘bisnis’ akan lebih sering dipergunakan dari pada ‘perusahaan’.

Konsep Lingkungan Bisnis
Konsep Lingkungan Bisnis
Adalah sekumpulan faktor2 tertentu yang akan mempengaruhi arah kebijakan dari suatu perusahaan dalam mengelola aktifitas bisnisnya.
Faktor2 tersebut meliputi lingkungan eksternal yang dibagi dalam lingkungan jauh (makro) yaitu : Politik, Ekonomi, Sosbud dan teknologi, dan lingkungan industri, serta lingkungan internal yaitu meliputi aspek-aspek dan kebijakan internal didalam lingkungan perusahaan.

Lingkungan Jauh (Makro)
Lingkungan jauh (makro) terdiri dari faktor-faktor yang pada dasarnya berada jauh diluar kendali perusahaan (bersifat : uncontrolable). Faktor makro yang biasanya menjadi titik perhatian perusahaan anatra lain : faktor Politik, Hukum, Ekonomi (kebijakan fiskal & moneter), Sosial Budaya dan Teknologi.
Lingkungan makro ini selain memberikan kesempatan dan peluang bagi perusahaan untuk maju dan mengembangkan bisnisnya, sekaligus juga dapat menjadi hambatan dan ancaman yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup suatu perusahaan.

Faktor Politik (Lingkungan makro)
Bagi para pengusaha, arah, kebijakan dan stabilitas politik menjadi faktor penting dalam berusaha. Situasi politik yang tidak kondusif akan berdampak negatif bagi dunia usaha, begitu pula sebaliknya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan faktor politik anatar lain :
Stabilitas nasional : hankamnas, makar, sparatis.
Jaminan keamanan (travel warning etc)
Pemerintahan yang legitimate & demokratis
Good Corporate Governance
Kepastian Hukum & Undang-undang, HAM dll.

Faktor Ekonomi (Lingkungan Makro)
Kondisi perekonomian disuatu negara/daerah secara langsung dapat mempengaruhi iklim bisnis dari perusahaan. Semakin buruk kondisi ekonomi, maka akan semakin buruk pula iklim bisnisnya.
Beberapa faktor penting terkait dengan kondisi ekonomi disuatu negara/daerah antara lain :
GNP, GDP dan Pendapatan Perkapita
Tingkat Inflasi, Suku Bunga
Investasi (PMA & PMDN)
Harga produk & Jasa
Ketersediaan Energi dan sarana prasarana lainnya
Pasar tenaga kerja

Faktor Sosial (Lingkungan Makro)
Kondisi sosial masyarakat memang bersifat dinamis dan selalu berubah dari masa ke masa, oleh karena itu perusahaan senantiasa dituntut mampu mengantisipasi perubahan kultur sosial masyarakat.
Kondisi sosial ini banyak sekali aspeknya misalnya sikap, gaya hidup, adat-istiadat, kultural, ekologis, demografis, religius, pendidikan maupun etnis tertentu.
Perubahan kondisi sosial biasanya terkait dengan perubahan sikap dan gaya hidup (life style) akibat peningkatan income, perubahan strata sosial maupun ekses dari perkembangan teknologi.

Faktor Teknologi (Lingkungan Makro)
Setiap perusahaan yang ingin tetap eksis dan berkembang bisnisnya, maka harus selalu mengikuti trend perkembangan teknologi terkini, sehingga produk dan jasa yang dihasilkan dapat selalu uptodate sesuai dengan keinginan konsumen.
Perusahaan harus bersifat responsive, aktif, kreatif terhadap setiap perkembangan inovasi teknologi baru. (lihatlah ketatnya persaingan teknologi di industri automotif dan ponsel).

LINGKUNGAN INDUSTRI
Lingkungan industri lebih mengarah pada persaingan diantara suatu perusahaan penghasil produk yang sejenis dalam suatu area wilayah tertentu, Misal lingkungan industri otomotif untuk produsen motor di Indonesia adalah : Honda, Yamaha, Suzuki, Kawazaki, Kymko, Bajaj, dll.
Ada 6 (enam) variabel yang berpengaruh terhadap strategi bersaing dalam suatu lingkungan industri tertentu, yaitu :
Hambatan Memasuki Pasar (Barier to Entry)
Kekuatan Tawar (Bargaining Power) Pembeli
Kekuatan Tawar (Bargaining Power) Pemasok
Ketersediaan Produk Substitusi
Persaingan Sesama Perusahaan Dalam Industri
Pengaruh kekuatan Stake Holder

Hambatan Memasuki Pasar (barier to Entry)
Masuknya perusahaan pendatang baru akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan lama yang telah ada, misalnya terjadi perebutan pangsa pasar, sumber daya yang terbatas dsb.
Ada beberapa faktor dan cara yang dapat dipakai untuk dapat menghambat masuknya pendatang baru kedallam suatu industri tertentu (barier to entry) antara lain :
Skala ekonomi & Kecukupan Modal
Diferensiasi Produk
Peraturan Pemerintah
Akses ke Pemasok & Saluran Distribusi

Kekuatan Tawar Pembeli
Pembeli (buyers) mampu mempengaruhi produsen untuk memotong harga produk tertentu, meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan serta mengadu perusahaan dengan kompetitor melalui berbagai keunggulan masing-masing.
Bagaimana hal ini bisa terjadi ?
Jika pembeli membeli dalam jumlah yang besar
Sifat produk umum, banyak pemasok mudah mencari substitusinya

Kekuatan Tawar Pemasok (Bargaining Power Supplier)
Pemasok dapat mempengaruhi industri lewat kemampuan mereka untuk menaikkan harga bahan baku atau penurunan kualitas produk/jasa.
Pemasok akan kuat apabila :
Jumlah pemasok sedikit
Produk bahan baku & jasanya bersifat specifik
Tidak tersedia produk substitusi
Pemasok memiliki kemampuan untuk mengolah produk seperti yang dilakukan perusahaan/produsen
Ketersediaan Produk Substitusi

Perusahaan dalam suatu indsutri tertentu bersaing pula dengan munculnya produk substitusi atau pengganti yang juga beredar dipasaran, sebab meskipun karakteristiknya berbeda barang substitusi mampu memberikan fungsi, manfaat atau jasa yang serupa bagi konsumen.
Konsumen yang realistis akan berpedoman pada prinsip : tiada rotan akarpun jadi.
Persaingan Sesama Perusahaan dalam Industri Sejenis
Kondisi Pasar Persaingan dalam Industri, Misal : Monopolistic, Oligopoly, Pasar Persaingan Sempurna, akan sangat mempengaruhi kebijakan dan kinerja perusahaan.
Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat persaingan bisnis antara lain : Karakteristik jenis dari masing-masing produk (special/unique, convenience, complementer, consumptions), Jumlah kompetitor dan tingkat pertumbuhan industri.